Sejarah Sel Prokariotik
Adanya bermacam-macam senyawa yang terjadi akibat petir
yang menyambar-nyambar akan membentuk suatu kumpulan fospolipid dan karbohidrat
berbentuk butiran-butiran kecil. Butiran-butiran kecil dapat terbetuk di pori-pori
batuan yang terbentuk karena hasil dari magma antara lain adalah batu apung.
Karena temperatur yang masih relatif panas,maka butiran-butiran tersebut
mengalami proses pemekatan dan bagian luarnya mengalami pengeringan.
Diperkirakan butiran-butiran tarsebut terbawa oleh hujan kebadan air. Dalam
air, butiran-butiran tersebut mungkin bergabung dengan butiran lain atau
menarik senyawa lain untuk masuk secara difusi. Butiran yang menjadi terlalu
besar akan pecah karena daya kohesinya akan melemah kalau butiran tersebut
terlalu besar dan mungkin menjadi beberapa butiran yang lebih kecil dan dengan
cara yang sama proses ini terjadi berulang-ulang. Dengan demikian, maka
diantara bermilyar-milyar butiran dan selang berjuta-juta tahun, ada satu
sampai beberapa butiran yang mempunyai kandungan yang cukup lengkap untuk
memulai kehidupan. Hal ini digambarkan pada kenyataan bahwa selama seribu lima
ratusan juta tahun setelah bumi
terbentuk, kehidupan belum ada. Dengan demikian terbentuklah kehidupan pertama,
yaitu sel prokariot yang sederhana.
Proses ini belum tentu berlangsung terus, karena udara belum mempunyai lapisan
ozon yang melindungi sel-sel yang baru hidup. Tetapi dengan banyaknya butiran-butiran fosfolipid,
maka mungkin butiran yang berbeda beberapa cm dari permukaan air tidak terkena
pengaruh radiasi sinar ultraviolet sajalah yang kemudian membentuk kehidupan
pertama.
Mula-mula prokariot memanfaatkan sulfur
dan nitrogen sebagai sumber energi. Setelah itu, terbentuklah bermacam –macam
prokariot. Beberapa prokariot kemudian mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan
CO2 dan air yang tersedia melimpah dengan membentuk plastida. Dengan
adanya proses fiksasi dengan
memanfaatkan CO2 dan H2O, maka terbentulah prokariot yang
menggunakan energi dari pemecahan CO2 dan mendapatkan energi secara
efisien. Prokariot tersebut kemudian menjadi sumber utama dari kehidupan
sekarang. Penggunaan CO2 dan
H2O akan mengeluarkan oksigen sebagai sisa metabolisme memberikan
peluang untuk kehidupan selanjutnya, karena mayoritas organisme di dunia
memanfaatkan oksigen yang lebih efesien.
Bukti-bukti kehidupan prokariota (purba)
telah ditemukan pada batuan yang disebut stromatolit (Bahasa Yunani stroma, “tempat tidur”, dan lithos, “batu”). Stromatolit adalah
kubah bergaris-garis yang tersusun dari batuan sedimen yang sangat mirip dengan
kerak berlapis-lapis yang sekarang ini terbentuk pada dasar rawa berair asin
dan beberapa laguna laut hangat oleh koloni bakteri dan sianobakteri. Lapisan
itu adalah endapan yang menempel ke lapisan seperti jelli yang tersusun dari
mikroba yang motil yang terus-menerus bermigrasi keluar dari satu lapisan
sedimen dan membentuk sebuah lapisan lagi di atasnya sehingga menghasilkan
suatu pola pita berlapis.
Meskipun beberapa stomatolit dapat
terbuat dari pengendapan mineral tanpa adanya kehidupan, fosil yang mirip
dengan prokariota berbentuk bola (sferikal) dan berfilamen telah ditemukan pada
stromatolit berumur 3,5 miliar tahun di Afrika bagian selatan dan Australia
Barat. Fosil tersebut saat ini merupakan fosil organisme hidup tertua yang
diketahui. Namun demikian, fosil yang terdapat di Australia Barat tampak
seperti organisme fotosintetik yang mungkin merupakan organisme penghasil
oksigen.
Kata prokariot (prokariote) berasal dari bahasa yunani
, pro yang berarti sebelum' dan karyon yang artinya 'kernel' atau juga disebut
nukleus, materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut
nukleous, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid dengan
bagian selnya.
Sel prokariotik merupakan organisme
yang dapat hidup dengan memanfaatkan lebih banyak sumber energi dibandingkan
dengan organisme hidup lainya. Organisme prokariotik dapat hidup pada habitat
yang extrim . Contohnya laut dengan kadar garam yang tinggi atau sumber air panas.
Organisme prokariotik tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi intermal
sel yang relatif sederhana. Prokariotik dibagi menjadi dua kelompok besar yang
meliputi hampir seluruh jenis bacteri dam archea. Genom prokariotik terdiri
dari kromosom tunggal yang melingkar tanpa organisasi (DNA).
Sel prokariotik secara umum memiliki
ukuran yang lebih kecil dibanding sel eukariotik . Setiap prnkariotik merupakan
sel tunggal, tetapi akan sering terlihat dalam rantai agregrat, atau kelompok
sel yang berjumlah ratusan. Contoh sel prokariotik adalah bakteri Echerichia
coli
Prokariotik meliputi archaebakteria
(bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern / bakteri sejati) yang
beranggotakan bakteri, mikoplasma dan alga hijau-biru. Ukuran sel prokariotik
berkisar antara 0,5 -3 mm. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh
bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel, membran
sel, mesosom, sitoplasma, ribosom dan materi inti (DNA dan RNA).
Semoga bermanfaat......
