Minggu, 21 Februari 2021

Sejarah Sel Prokariotik

 Sejarah Sel Prokariotik





  Adanya bermacam-macam senyawa yang terjadi akibat petir yang menyambar-nyambar akan membentuk suatu kumpulan fospolipid dan karbohidrat berbentuk butiran-butiran kecil. Butiran-butiran kecil dapat terbetuk di pori-pori batuan yang terbentuk karena hasil dari magma antara lain adalah batu apung. Karena temperatur yang masih relatif panas,maka butiran-butiran tersebut mengalami proses pemekatan dan bagian luarnya mengalami pengeringan. Diperkirakan butiran-butiran tarsebut terbawa oleh hujan kebadan air. Dalam air, butiran-butiran tersebut mungkin bergabung dengan butiran lain atau menarik senyawa lain untuk masuk secara difusi. Butiran yang menjadi terlalu besar akan pecah karena daya kohesinya akan melemah kalau butiran tersebut terlalu besar dan mungkin menjadi beberapa butiran yang lebih kecil dan dengan cara yang sama proses ini terjadi berulang-ulang. Dengan demikian, maka diantara bermilyar-milyar butiran dan selang berjuta-juta tahun, ada satu sampai beberapa butiran yang mempunyai kandungan yang cukup lengkap untuk memulai kehidupan. Hal ini digambarkan pada kenyataan bahwa selama seribu lima ratusan  juta tahun setelah bumi terbentuk, kehidupan belum ada. Dengan demikian terbentuklah kehidupan pertama, yaitu sel  prokariot yang sederhana. Proses ini belum tentu berlangsung terus, karena udara belum mempunyai lapisan ozon yang melindungi sel-sel yang baru hidup. Tetapi  dengan banyaknya butiran-butiran fosfolipid, maka mungkin butiran yang berbeda beberapa cm dari permukaan air tidak terkena pengaruh radiasi sinar ultraviolet sajalah yang kemudian membentuk kehidupan pertama.

Mula-mula prokariot memanfaatkan sulfur dan nitrogen sebagai sumber energi. Setelah itu, terbentuklah bermacam –macam prokariot. Beberapa prokariot kemudian mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan CO2 dan air yang tersedia melimpah dengan membentuk plastida. Dengan adanya proses fiksasi  dengan memanfaatkan CO2 dan H2O, maka terbentulah prokariot yang menggunakan energi dari pemecahan CO2 dan mendapatkan energi secara efisien. Prokariot tersebut kemudian menjadi sumber utama dari kehidupan sekarang. Penggunaan  CO2 dan H2O akan mengeluarkan oksigen sebagai sisa metabolisme memberikan peluang untuk kehidupan selanjutnya, karena mayoritas organisme di dunia memanfaatkan oksigen yang lebih efesien.

Bukti-bukti kehidupan prokariota (purba) telah ditemukan pada batuan yang disebut stromatolit (Bahasa Yunani stroma, “tempat tidur”, dan lithos, “batu”). Stromatolit adalah kubah bergaris-garis yang tersusun dari batuan sedimen yang sangat mirip dengan kerak berlapis-lapis yang sekarang ini terbentuk pada dasar rawa berair asin dan beberapa laguna laut hangat oleh koloni bakteri dan sianobakteri. Lapisan itu adalah endapan yang menempel ke lapisan seperti jelli yang tersusun dari mikroba yang motil yang terus-menerus bermigrasi keluar dari satu lapisan sedimen dan membentuk sebuah lapisan lagi di atasnya sehingga menghasilkan suatu pola pita berlapis.

Meskipun beberapa stomatolit dapat terbuat dari pengendapan mineral tanpa adanya kehidupan, fosil yang mirip dengan prokariota berbentuk bola (sferikal) dan berfilamen telah ditemukan pada stromatolit berumur 3,5 miliar tahun di Afrika bagian selatan dan Australia Barat. Fosil tersebut saat ini merupakan fosil organisme hidup tertua yang diketahui. Namun demikian, fosil yang terdapat di Australia Barat tampak seperti organisme fotosintetik yang mungkin merupakan organisme penghasil oksigen.

Kata prokariot (prokariote) berasal dari bahasa yunani , pro yang berarti sebelum' dan karyon yang artinya 'kernel' atau juga disebut nukleus, materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleous, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid dengan bagian selnya.
        Sel prokariotik merupakan organisme yang dapat hidup dengan memanfaatkan lebih banyak sumber energi dibandingkan dengan organisme hidup lainya. Organisme prokariotik dapat hidup pada habitat yang extrim . Contohnya laut dengan kadar garam yang tinggi atau sumber air panas. Organisme prokariotik tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi intermal sel yang relatif sederhana. Prokariotik dibagi menjadi dua kelompok besar yang meliputi hampir seluruh jenis bacteri dam archea. Genom prokariotik terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar tanpa organisasi (DNA).
        Sel prokariotik secara umum memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding sel eukariotik . Setiap prnkariotik merupakan sel tunggal, tetapi akan sering terlihat dalam rantai agregrat, atau kelompok sel yang berjumlah ratusan. Contoh sel prokariotik adalah bakteri Echerichia coli

Prokariotik meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern / bakteri sejati) yang beranggotakan bakteri, mikoplasma dan alga hijau-biru. Ukuran sel prokariotik berkisar antara 0,5 -3 mm. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel, membran sel, mesosom, sitoplasma, ribosom dan materi inti (DNA dan RNA).

Semoga bermanfaat......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar